Minggu, 13 Oktober 2019


Estetika desain grafis komunikasi
A. Pengertian Estetika 
Kata estetika berasal dari kata 
Yunani aesthesis yang berarti 
perasaan, selera perasaan 
atau taste. Dalam prosesnya 
Munro mengatakan bahwa 
estetika adalah cara meres￾pon terhadap stimuli, terutama 
lewat persepsi indera, tetapi 
juga dikaitkan dengan proses 
kejiwaan, seperti asosiasi, 
pemahaman, imajinasi, dan 
emosi. Ilmu estetika adalah 
suatu ilmu yang mempelajari 
segala sesuatu yang berkaitan 
dengan keindahan, mempe￾lajari semua aspek dari apa 
yang kita sebut keindahanEstetika adalah hal yang mem￾pelajari kualitas keindahan dari 
obyek, maupun daya impuls 
dan pengalaman estetik pen￾cipta dan pengamatannya. 
Estetika dalam kontek pen￾ciptaan menurut John Hosper 
merupakan bagian dari filsafat 
yang berkaitan dengan proses 
penciptaan karya yang indah. 
Dari pengertian ini, bila dipa￾hami bahwa estetika adalah 
ilmu yang mempelajari kualitas 
estetik suatu benda atau karya 
dan daya impuls serta penga￾laman estetik pencipta mau￾pun penghayat terhadap ben￾da atau karya. B. Estetika dalam Industri 
Grafis Komunikasi 
Kesederhanaan belum tentu 
jelek, tetapi sebaliknya bisa 
jadi menarik. Karya yang me￾narik tidak harus rumit atau 
mewah. Karya yang rumit 
biasanya datang dari kese￾derhanaan, tetapi bagaimana 
desainer bisa menampilkan 
suatu karya yang membuat 
orang terheran-heran (punya 
greget). Orang kadang tidak 
menyangka kalau pengam￾bilan ide yang sederhana yang 
datang dari kehidupan sehari￾hari bisa lahir hebat suatu 
karya yang luar biasa. Karya 
yang hebat akan membuat 
reaksi di penghayat (yang 
melihat), padahal ide yang 
dihadirkan tersebut pernah 
dijumpai/dilihat dalam kehi￾dupan sekeliling kita. 
Adanya keserhanaan dan ke￾jelian dalam menangkap suatu 
obyek menjadi karya dan 
mengkomunikasikan / mengin￾formasikan kembali melalui 
media lain yang dapat dite￾rima, dipahami oleh masya￾rakat.
Bagi seorang desainer grafis 
bekerja di industri merupakan 
organisasi yang komplek, yaitu 
satu unit dengan unit yang 
lainnya saling mengisi dan 
saling berperan, untuk ikut 
campur menentukan estetik 
desain. Seorang desainer gra￾fis harus bekerja sama dengan 
bagian pemasaran, keuangan, 
produksi, teknisi, dan bagian 
lain. Tugas masing-masing 
bagian tersebut menurut Kotler 
adalah sebagai berikut: 
1. Bagian pemasaran bertu￾gas merencanakan dan me￾masarkan produk-produk yang 
akanh dipasarkan, karena 
bagian pemasaran merupakan 
unit kerja industri yang paling 
banyak tahu tentang desain 
yang diminati konsumen. Ka￾rena itulah bagian pemasaran 
adalah mengumpulkan data 
tentang selera pasar yang 
layak jual. 2. Bagian keuangan bertugas 
menentukan anggaran pro￾duksi, yang fleksibel sesuai 
kebutuhan dan penetapan 
harga produk desain berda￾sarkan pasar yang dibantu 
dengan bagian pemasaran. 
3. Bagian produksi bertugas 
merencanakan efektifitas dan 
efisiensi produk. 
4. Bagian teknisi bertugas 
memacu produksi dan mere￾kayasa teknologi agar dapat 
memproduksi lebih cepat 
dengan biaya lebih ringan.C. Gagasan dalam Reka￾yasa Estetik Grafis Ko￾munikasi 
Rekayasa estetik dalam grafis 
komunikasi adalah teknik pe￾ngungkapan estetika terapan 
melalui proses belajar dan 
proses kreatif. Dalam pelak￾sanaannya rekayasa estetik 
melalui proses panjang mulai 
dari tahap desain pada proses 
pengerjaannya sampai produk 
jadi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar